Forwin

Forum Wartawan Industri

Harga Minyak Sawit Tertekan

kelapa-sawit

Sepanjang Januari 2014, harga minyak nabati tertekan karena melimpahnya stok minyak nabati di berbagai negara produsen. Stok minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) Indonesia dan Malaysia masih melimpah akibat produksi meningkat pada akhir tahun lalu.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan mengemukakan itu dalam siaran pers yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.

Menurut Fadhil, stok minyak nabati yang melimpah di dunia berdampak pada penurunan ekspor CPO dan turunannya asal Indonesia.

Januari 2014 ini, total ekspor CPO dan turunannya hanya 1,57 juta ton atau turun sebesar 454,6 ribu ton atau 22,5% jika dibandingkan dengan pada Desember 2013 yang mencapai 2,02 juta ton.

Penurunan ekspor itu akibat berkurangnya permintaan dari negara tujuan utama ekspor, kecuali Amerika Serikat. Ekspor ke India turun tajam hingga 54% dari 568,3 ribu ton Desember 2013 menjadi 261,4 ribu ton.

Turunnya ekspor ke India disebabkan pemerintah India telah menerapkan penaikan pajak impor minyak olahan dari 7,5% menjadi 10%. “Hal itu sekaligus untuk melindungi industri pengolahan di dalam negeri yang saat ini terpakai di bawah 40% dari total kapasitas terpasang yang ada,” ungkap Fadhil.

Penurunan ekspor cukup signifikan juga terjadi untuk tujuan Pakistan. Penurunan tercatat sekitar 41,6% dari 116,2 ribu ton Desember 2013 menjadi 67,9 ribu ton di Januari 2013. Penurunan juga diikuti negara Uni Eropa sebesar 17% dan China 2%.

Penurunan ekspor juga dipengaruhi pengenaan bea masuk antidumping oleh Uni Eropa terhadap biodiesel asal Indonesia dan Argentina.

Harga rata-rata CPO pada Januari 2014 tertekan dan menurun sekitar 5% dari US$909,6 per metrik ton Desember lalu menjadi US$865 per metrik ton. Harga CPO tidak terjerembab tajam karena kebijakan yang mewajibkan penggunaan bahan bakar nabati minimal 10% dalam solar.

Sumber: Media Indonesia

Related posts:

Tags:

Avatar of admin

About

View all posts by